Pendekatan Lean Six Sigma Untuk Meminimasi Waste Pada Proses Produksi Standkorb (Studi Kasus : PT. Berdikari Meubel Nusantara)
Vertic Budi Darmawan, Zidna Alfan Faza

Abstrak

Penurunan jumlah permintaan ekspor standkorb merupakan imbas dari krisis ekonimi global yang mengakibatkan kerugian pada perusahaan yang bergerak di bidang furnitur salah satunya yakni perusahaan milik PT. Berdikari Meubel Nusantara (BMN). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis waste yang paling berpengaruh di Departemen Wood Working dengan menerapkan pendekatan Lean Six Sigma. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan diperoleh hasil bahwa terdapat dua jenis waste utama, yaitu defect dan waiting. Waste defect memiliki nilai sigma sebesar 3,16 dengan tingkat kecacatan mencapai 20,41%, menunjukkan kualitas produksi yang masih rendah. Defect kritis meliputi kayu rusak, permukaan jelek, sambungan longgar, dan kayu bersisik. Sementara itu, waste waiting memiliki nilai sigma 4,19 dengan tingkat downtime sebesar 1,43% per tahun, masih di bawah batas toleransi perusahaan sebesar 5%. Analisis aktivitas produksi menunjukkan bahwa dari total aktivitas, 60,6% merupakan value added, 12,1% necessary non value added, dan 27,3% merupakan non value added (NVA), yang menandakan proses produksi masih kurang efisien. Oleh karena itu, eliminasi aktivitas NVA dan perbaikan pada defect waste menjadi prioritas dalam peningkatan kualitas dan efisiensi produksi.

 

Keyword

Lean Six Sigma, Waste, Standkorb

 

Full Text

id_ID